Klasifikasi Aborsi yang Semua Wanita Harus Pahami

klasifikasi aborsi

Tidak banyak orang yang tahu mengenai klasifikasi aborsi. Kebanyakan mereka hanya tahu bahwa aborsi itu proses menggugurkan kandungan. Faktanya, ada hal lain yang sebenarnya semua wanita harus pahami.

Memang ada kontroversi jika membahas tentang aborsi. Beberapa negara menganggap ini hal yang ilegal bahkan kriminal. Contohnya saja di Indonesia. Namun, semakin banyak negara yang memperbolehkan seorang wanita melakukan aborsi. Fenomena inilah yang kemudian memunculkan klasifikasi aborsi.

Klasifikasi Aborsi dalam Dunia Medis

Dalam dunia kedokteran atau medis, aborsi dibagi menjadi dua klasifikasi; yaitu spontaneous abortion dan induced abortion. Keduanya merupakan proses janin mengalami keguguran. Hanya saja, caranya yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa baca penjelasannya berikut ini:

  1. Spontaneous Abortion

Dari namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menebak apa yang disebut dengan spontaneous abortion. Mungkin Anda menebak bahwa ini adalah aborsi secara spontan. Hampir tepat. Lebih tepatnya, ini klasifikasi aborsi di mana janin mengalami keguguran tanpa disengaja.

Ada beberapa penyebabnya. Yang paling sering terjadi adalah kecelakaan. Ada banyak sekali kasus di mana seorang wanita hamil jatuh hingga akhirnya membuat janin di dalam kandungan mengalami keguguran.

Inilah yang disebut dengan spontaneous abortion. Ini tidak hanya terjadi pada seorang wanita hamil muda. Kehamilan sudah menginjak usia ke 8 bulan juga bisa keguguran.

  1. Induced Abortion

Klasifikasi aborsi yang kedua ini kontroversial. Induced abortion ini merupakan tindakan aborsi yang dilakukan dengan kesengajaan. Jadi, ada proses yang dilakukan untuk menggugurkan kandungan.

Di beberapa negara yang melegalkan proses aborsi, terutama di negara Eropa, proses aborsi dilakukan dengan bantuan tenaga medis. Alat-alat medis yang digunakan juga sudah sangat canggih. Hal ini bisa dilakukan karena sudah ada regulasi. Dan regulasi ini ditetapkan demi satu hal, yaitu menjaga keselamatan nyawa wanita yang melakukan aborsi.

Namun, ada juga yang menggunakan obat aborsi. Ini yang harus hati-hati. Pasalnya, tidak semua obat aborsi itu aman digunakan. Bahkan, banyak wanita hamil yang akhirnya kehilangan nyawa mereka lantaran penggunaan obat aborsi sembarangan.

Itulah klasifikasi aborsi yang sebaiknya setiap wanita pahami. Tentu saja setiap wanita yang melakukan aborsi memiliki alasan sendiri. Alasannya bisa berbeda-beda. Akan tetapi, apapun alasan yang digunakan, ada baiknya jika proses pengguguran dilakukan dengan cara yang aman. Jika ingin cara yang paling aman, tentu bantuan tenaga medis diperlukan. Namun, ini bukan berarti mengkonsumsi obat aborsi itu bukan pilihan yang aman. Asalkan obatnya legal dan sudah terbukti aman dikonsumsi, ini bukan pilihan yang salah.

Risiko Melakukan Induced Abortion

Sebenarnya, apapun klasifikasi aborsi yang dipilih, risiko itu ada. Karena pada dasarnya, aborsi itu mengeluarkan bayi dari rahim yang belum waktunya keluar. Bahkan, orang yang kecelakaan sehingga menyebabkan keguguran, risiko yang terjadi belakangan juga ada.

Yang paling sering terjadi adalah pendarahan pada vagina. Pendarahan ini hal yang wajar. Namun, perhatian khusus harus diberikan ketika pendarahan tersebut terjadi hingga berhari-hari. Dikhawatirkan pendarahan tersebut disebabkan adanya cedera pada dinding rahim akibat dari proses pengguguran. Jika itu yang terjadi, rahim bisa terluka dan besar kemungkinan rahim tidak lagi mampu untuk menjadi tempat janin berkembang.

Lebih dari itu, pendarahan yang terjadi terus menerus bisa berakibat kehilangan nyawa. Ini sangat mungkin terjadi jika seorang wanita hamil tidak segera mendapatkan pertolongan.

Risiko-risiko ringan juga bisa terjadi. Misalnya saja sakit perut, gangguan pencernaan, mual, dan muntah. Ini risiko yang paling sering terjadi terutama ketika proses pengguguran dilakukan dengan menggunakan obat.

Untuk itu, penting sekali bagi siapa saja untuk tahu efek yang mungkin bisa terjadi. Dengan demikian, mereka bisa mempersiapkan diri. Atau bisa juga melakukan pencegahan, mulai dari menggunakan obat yang paling aman hingga mempersiapkan tubuhny agar benar-benar fit.




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url