Menggugurkan Kandungan dengan Cara yang Aman

menggugurkan kandungan

Ada banyak sekali cara untuk menggugurkan kandungan. Namun, apakah Anda tahu cara yang aman?
Menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungan bukan hal yang sulit. Bahkan, ada juga yang tanpa sengaja membuat bayi keguguran. Misalnya saja mengkonsumsi makanan atau buah tertentu yang menyebabkan kandungan mengalami kontraksi hebat. Itu juga cara untuk menggugurkan janin di dalam kandungan.

Akan tetapi, yang menjadi masalah adalah keselamatan sang wanita hamil. Ini yang harus diperhatikan. Karena pada dasarnya, ketika bayi ingin digugurkan, efeknya juga dialami oleh sang wanita. Ada potensi buruk yang bisa terjadi saat dilakukan proses menggugurkan kandungan. Dan ini yang harus diwaspadai.

Untuk itu, penting sekali bagi siapa saja untuk tahu bagaimana cara menggugurkan janin dengan aman. Setidaknya, tidak ada gangguan kesehatan yang akan dialami oleh sang wanita hamil.

2 Metode Aman Menggugurkan Kandungan

Sebenarnya, praktik pengguguran kandungan itu sudah dilakukan di zaman dahulu kala. Sebelum adanya dunia medis yang canggih seperti saat ini, orang-orang di zaman dahulu sudah mengenal bagaimana cara menggugurkan kandungan.

Sayangnya, tidak ada yang tahu apakah cara tersebut aman atau tidak. Pasalnya, mereka melakukannya berdasarkan trial and error tanpa adanya ilmu medis yang bisa diukur.

Berbeda dengan yang ada sekarang. Para ahli medis sudah melakukan riset dan sudah membuktikan bagaimana teknik pengguguran kandungan yang aman. Dan ditemukan ada dua cara yang aman untuk dipilih. Apa saja itu?

1. Metode Medis

Metode yang satu ini hanya bisa dilakukan oleh para ahli medis. Pasalnya, ada alat kedokteran yang hanya mereka saja yang bisa gunakan. Teknik ini disebut dengan operasi pengguguran bayi.

Praktik semacam ini sudah lazim terjadi di dunia medis. Apalagi di negara Eropa. Para wanita hamil yang menghendaki untuk mengakhiri kehamilan biasanya akan langsung ke klinik atau ke rumah sakit yang bisa menggugurkan kandungan secara medis.

Setidaknya ada tiga prosedur operasi yang bisa dilakukan. Yang pertama, aspirasi vakum. Ini operasi pengguguran bayi yang paling sering dilakukan. Bisa dikatakan ini cara yang mudah dan aman untuk dilakukan.

Dokter akan menggunakan alat yang disebut dengan vakum atau penyedot. Jadi, prosesnya adalah menyedot bayi agar keluar dari rahim melalui vagina. Alat vakum ini sudah bisa dipastikan hanya dokter kandungan yang punya dan berhak menggunakannya.

Proses yang ini tidak membutuhkan waktu yang lama. Operasi pengguguran kandungan dengan vakum ini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja. Akan tetapi, dokter tidak akan membiarkan pasien pulang begitu saja. Pasien akan diminta untuk berdiam di dalam kamar operasi setelah selesai. Ini diperlukan untuk memastikan tidak ada efek buruk yang terjadi setelah operasi. Jika dalam kurun waktu 30 menit tidak ada hal buruk yang terjadi, pasien akan diijinkan pulang.

Prosedur yang kedua adalah dilatasi dan evakuasi. Prosedur pengguguran ini sering menjadi opsi yang terbaik ketika bayi sudah cukup besar, yaitu sudah berusia di atas trimester kedua.

Prosedur yang satu ini membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Hal ini disebabkan prosesnya memang sangat panjang. Awalnya, bagian vagina akan dilebarkan dengan menggunakan laminaria. Ini dilakukan selama satu malam. Di hari berikutnya, dokter akan menggunakan forcep atau alat penjepit khusus untuk memudahkan pengambilan janin dan plasenta.

Prosedur yang ketiga disebut dengan dilatasi dan ekstraksi. Prosedurnya hampir sama dengan yang sebelumnya. Letak perbedaannya hanya pada cara pengangkatan janin. Dokter akan melakukan pembedahan sehingga pasien akan mendapatkan bius lokal.

2. Metode Obat-Obatan

Selain medis, ada juga cara menggugurkan kandungan dengan menggunakan obat-obatan saja. Ini cara yang paling mudah dan juga murah karena tidak perlu melibatkan tenaga medis.

Pada dasarnya, ini sama seperti mengkonsumsi buah yang dianggap sering menyebabkan keguguran seperti contoh nanas dan durian. Buat ataupun obat pengguguran kandungan ini menyebabkan kontraksi keras di dalam rahim sehingga janin meninggal. Walhasil, janin akan luntur dan keluar melalui vagina.

Setidaknya ada dua obat penggugur kandungan yang paling sering digunakan, yaitu mifepristone dan misoprostol. Cara kerja dua obat tersebut berbeda. Yang pertama menghambat kerja hormon progesterone yang kemudian membuat janin tidak berkembang. Sementara itu obat menggugurkan kandungan yang kedua memicu terjadinya kontraksi sehingga mendorong janin keluar dari rahim.

Itulah dua metode pengguguran kandungan yang aman dilakukan. Letak perbedaannya hanya pada lama waktu yang dibutuhkan dan juga biaya.

Efek Samping Melakukan Pengguguran Kandungan

Selalu ada efek samping yang terjadi. Begitu juga ketika melakukan pengguguran kandungan. Umumnya, seorang wanita hamil yang melakukan pengguguran janin mengalami kram perut yang luar biasa. Ini dirasakan selama beberapa hari setelah proses pengguguran.

Selain itu, ada juga yang mengalami pendarahan. Ini sebenarnya hal yang wajar karena pendarahan tersebut muncul ketika janin keluar dari rahim. Hanya saja, ada beberapa yang mengalami pendarahan hingga berhari-hari.
Yang harus diantisipasi adalah infeksi pada rahim. Proses pengguguran meninggalkan luka pada rahim sehingga berpotensi terjadi infeksi. Infeksi inilah yang ternyata bisa menyebabkan hal buruk lagi, seperti luka pada rahim yang membuat rahim tidak bisa lagi mengandung.

Efek buruk seperti itu bisa dihindari jika proses menggugurkan kandungan dilakukan secara aman. Di sisi lain, wanita hamil harus siap secara fisik dan mental sehingga tubuhnya lebih kuat untuk menghadapi risiko yang ada.




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url