Jenis Aborsi Spontan yang Bumil Wajib Ketahui

jenis aborsi spontan

Jenis aborsi spontan itu bermacam-macam. Ini patut dipahami agar ada tindakan yang bisa dilakukan agar hal buruk bisa dicegah. Makanya, informasi ini seharusnya diketahui oleh bumil atau ibu hamil. Akan lebih baik juga jika sang suami juga ikut memahami hal ini.

Yang Sering Disalahpahami

Cukup disayangkan ketika banyak orang salah paham dengan apa yang disebut dengan aborsi spontan. Mungkin juga Anda salah satunya.

Aborsi spontan bukan pengguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Ini harus menjadi catatan penting. Ini merupakan kondisi di mana bayi di dalam kandungan mengalami keguguran. Dan ini sifatnya alamiah. Artinya, tidak ada campur tangan orang lain.

Hanya saja, seringkali orang mendengar istilah aborsi spontan sebagai cara yang dilakukan untuk menggugurkan janin dalam kandungan. Entah itu menggunakan obat aborsi ataupun menggunakan tindakan medis. Faktanya tidak demikian. Tidak ada usaha sama sekali untuk menggugurkan kandungan.

Oleh sebab itu, seharusnya masyarakat tidak langsung menghakimi seorang wanita yang mengalami aborsi spontan. Bisa saja ini bukan hal yang ia kehendaki.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga hal ini memang disengaja. Ada beberapa orang yang melakukan hal yang bisa membuat janin meninggal di dalam rahim. Mereka memang melakukan tindakan aborsi. Hingga akhirnya janin keluar melalui vagina disertai dengan pendarahan.

5 Jenis Aborsi Spontan

Dari penjelasan singkat tersebut di atas, Anda sudah apa itu aborsi spontan. Lalu, sekarang Anda perlu juga apa saja jenis-jenis aborsi spontan.

Dalam dunia medis, aborsi spontan dibagi menjadi 5 jenis, yaitu: Abortus Komplit, Abortus Inkomplit, Abortus Imminens, Missed Abortion, dan Abortus Habitualis. Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Abortus Komplit

Jenis yang pertama disebut dengan abortus komplit. Dari namanya, mungkin Anda bisa menebak apa yang dimaksud dengan abortus komplit ini.

Ini adalah kondisi di mana bayi 100% meninggal di dalam rahim. Selain itu, bayi juga keluar dari rahim melalui vagina. Bentuknya berupa gumpalan darah.

Aborsi spontan seperti ini biasanya terjadi ketika usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Jadi, janin sudah mulai berkembang. Hanya saja, perkembangan tersebut berhenti lalu keluar dari rahim.

2. Abortus Inkomplit

Jenis yang kedua adalah abortus inkomplit. Anda pasti pernah dengar ada seorang bumil yang harus kuret atau mengambil sisa janin di dalam kandungan. Ini tindakan medis yang dilakukan ketika seorang ibu hamil keguguran. Hanya saja, masih ada sisa janin yang tertinggal di dalam rahim.

Inilah yang disebut dengan abortus inkomplit. Jadi, sebagian janin keluar melalui vagina. Sebagian lagi harus dikeluarkan dengan bantuan tenaga medis.

3. Abortus Imminens

Ini jenis aborsi spontan yang masih bisa diselamatkan. Artinya, ada potensi di mana janin bisa mengalami keguguran. Gejala-gejalanya sudah terlihat sehingga tindakan pencegahan bisa dilakukan.

Ada beberapa hal yang akan dilakukan oleh bidan atau dokter kandungan. Misalnya saja pemberian obat, meminta bumil untuk bed rest, dan lain sebagainya. Ini dilakukan agar janin tidak mengalami keguguran.

4. Missed Abortion

Jika janin sudah meninggal tapi posisinya masih ada di dalam kandungan, ini namanya missed abortion. Perlu tindakan kuret dengan melibatkan dokter kandungan untuk mengambil bayi yang sudah meninggal tersebut.

5. Abortus Habitualis

Ada beberapa wanita yang sudah berkali-kali hamil tapi keguguran. Ini disebut dengan abortus habitualis. Kasus seperti ini sering terjadi. Dan faktor penyebabnya bermacam-macam. Bisa dikarenakan kondisi kesehatan wanita hamil kurang bagus, kondisi rahim kurang kuat, atau kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan saat hamil.

Itulah kelima jenis aborsi spontan yang harus dipahami oleh para bumil. Akan lebih baik lagi jika mereka juga mengerti gejala-gejalanya. Dengan demikian, hal buruk seperti ini bisa dihindari.




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url