Cara Aneh Menggugurkan Janin yang Banyak Dilakukan

menggugurkan janin

Menggugurkan janin sebenarnya bisa dilakukan secara sengaja ataupun tidak sengaja. Karena faktanya banyak yang ternyata tidak disadari menyebabkan kandungan mengalami keguguran.

Contohnya mengkonsumsi nanas. Kandungan vitamin C yang berlebihan di dalam buah nanas disinyalir menyebabkan janin mengalami keguguran. Hal inilah yang membuat ibu hamil, terutama yang usia kehamilannya baru 1 bulan, tidak disarankan untuk makan nanas. Dikhawatirkan terjadi keguguran.

Di sisi lain, ada juga yang sengaja makan buah nanas karena ingin menggugurkan janin. Sayangnya, hal tersebut tidak selalu terjadi seperti yang diinginkan. Hal ini disebabkan keguguran tidak hanya dipengaruhi satu faktor, yaitu makan buah nanas. Ada faktor lainnya seperti kemampuan rahim, kondisi tubuh wanita hamil, dan juga kondisi janin itu sendiri.

Makanya, beberapa orang mencoba cara-cara yang terkadang tidak lazim dan aneh untuk menggugurkan kandungan. Dan persentase keberhasilannya memang tinggi.

Menggugurkan Janin dengan Pil dan Soda

Menggugurkan bayi yang ada di dalam kandungan bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi pil yang dicampur dengan soda. Pil tersebut adalah paracetamol. Cara ini kabarnya sudah banyak diterapkan oleh anak-anak muda yang hamil di luar nikah. Karena mereka tidak mau ketahuan, maka mereka menggugurkan kandungan dengan cara yang murah ini.

Namun, apakah benar paracetamol dicampur dengan soda bisa menyebabkan bayi keguguran? Ternyata, hal ini sudah diteliti secara ilmiah. Ada seorang ilmuan dari Denmark yang membuat penelitian tentang efek paracetamol untuk ibu hamil. Dari penelitian tersebut, didapatkan bukti bahwa paracetamol mampu secara bebas masuk ke dalam rahim melalui plasenta. Dan jika dosisnya berlebihan, ini bisa menyebabkan masalah pada kandungan yang berakhir dengan keguguran.

Sebenarnya, paracetamol saja sudah mampu menggugurkan bayi jika dosisnya berlebihan. Anehnya, banyak yang melakukan hal yang berbahaya ini dengan menambahkan soda.

Bahkan, untuk orang yang tidak sedang hamil saja, mereka bisa mengalami masalah jika minum paracetamol dalam dosis yang berlebihan. Dan semakin berbahaya jika kandungan di dalam pil ini masuk ke dalam janin.

Cara Menggugurkan yang Tak Boleh Ditiru

Jadi, ini bukan mitos tentang apakah pil dan soda bisa menggugurkan janin atau tidak. Sudah ada penelitian ilmiahnya di mana paracetamol bisa menurunkan kondisi kesehatan janin. Namun, penelitian tersebut lebih memfokuskan pada bagaimana paracetamol mempengaruhi kondisi kandungan sehingga ilmuan tahu berapa dosis yang tepat yang bisa diberikan untuk ibu hamil ketika ia sakit.

Sayangnya, informasi tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin menggugurkan janin. Mereka menggunakan pil dan soda untuk proses pengguguran. Padahal, cara ini sebenarnya sangat tidak aman.

Menggugurkan kandungan itu boleh saja dilakukan jika ada kondisi yang membuat sebaiknya menggugurkan itu lebih baik dilakukan. Dan prosesnya harus menggunakan cara dan juga obat yang aman.

Sementara, menggugurkan dengan menggunakan paracetamol dan soda tidak selalu membuat janin keguguran. Tidak menutup kemungkinan janin tidak berkembang namun bayi nanti lahir dalam kondisi yang catat. Dan ini yang membuat kondisi semakin buruk.

Tidak hanya itu saja. Minum paracetamol berlebihan juga berpengaruh buruk pada kesehatan sang ibu. Pasalnya, saat paracetamol bekerja di dalam tubuh, maka tubuh akan mengalami respon, seperti mual, muntah, pusing, dan bahkan pendarahan. Hal ini yang sebenarnya harus diwaspadai.

Oleh sebab itu, menggugurkan janin dengan menggunakan pil dan soda tidak disarankan. Akan lebih baik jika pengguguran dilakukan melalui cara yang benar-benar aman, terutama untuk sang ibu hamil.

Di Eropa, sudah ada praktik menggugurkan kandungan dengan cara yang sangat aman. Ada proses medis. Ada juga proses dengan menggunakan obat. Dan obat yang digunakan pun harus benar-benar aman untuk dikonsumsi ibu hamil.




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url