3 Alasan Menggugurkan Bayi yang Paling Sering Digunakan

menggugurkan bayi

Menggugurkan bayi tidak selalu dilakukan karena alasan hamil di luar nikah. Faktanya, tidak jarang juga pasangan suami istri sah yang juga melakukan pengguguran kandungan.

Sayangnya, stigma negatif langsung disematkan oleh masyarakat kepada pelaku pengguguran kandungan. Jika ada yang menggugurkan kandungan, mereka langsung men judge bahwa itu pasti disebabkan hamil di luar nikah.

Memang kebanyakan wanita yang menggugurkan kandungan itu disebabkan hamil di luar nikah. Terutama pada wanita yang masih muda atau bahkan masih usia sekolah. Karena malu dan takut masa depannya suram, maka mereka akhirnya menggugurkan bayi dalam kandungan.

Namun, sekali lagi, ini bukan satu-satunya alasan. Ada alasan-alasan lain yang menyebabkan seseorang menggugurkan janin mereka.

Alasan Seorang Wanita Menggugurkan Bayi

Setidaknya ada tiga alasan mengapa wanita menggugurkan sang buah hati yang masih ada di dalam kandungannya. Apa saja itu?

  1. Potensi Bayi Mengalami Catat

Alasan yang pertama adalah adanya kemungkinan bayi bisa lahir dalam kondisi cacat. Alasan ini pula yang membuat beberapa negara melegalkan tindakan aborsi.

Tidak semua orang tua bisa menerima bayinya lahir dalam kondisi yang tidak normal. Apalagi jika ada masalah kesehatan yang sangat serius. Beberapa calon orang tua memutuskan untuk menggugurkan kandungan sebelum bayi lahir ke dunia.

  1. Kondisi Kesehatan tidak Mendukung

Tidak semua wanita hamil itu dalam kondisi yang fit. Bahkan, tidak jarang tenaga medis yang harus menyarankan seorang wanita hamil melakukan bedrest. Alasannya sederhana. Jika itu tidak dilakukan, tidak hanya bayi saja yang tidak bakal selamat. Nyawa sang ibu juga hilang.

Dalam kondisi tertentu, tenaga medis bisa memberikan saran untuk menghentikan kehamilan. Karena jika diteruskan, bukan hanya bayinya yang tidak selama. nyawa sang ibu juga bisa melayang. Karena risiko tersebut, biasanya saran yang diberikan adalah menggugurkan bayi dalam kandungan dengan alasan untuk menyelamat nyawa sang ibu.

  1. Tidak Mengharapkan Kehadiran Bayi

Ini alasan yang harus diakui paling banyak digunakan. Banyak sekali wanita yang menggugurkan janin disebabkan mereka tidak ingin kehadiran sang bayi di dalam kehidupannya. Ini bisa disebabkan kehamilan di luar nikah.

Ini alasan yang paling sering digunakan oleh ABG yang pacaran kebablasan. Karena tidak ingin menanggung malu, mereka lebih memilih untuk melakukan aborsi.

Bisa saja ada alasan lain. Akan tetapi, tiga alasan tersebut yang paling sering membuat wanita melakukan proses aborsi.

Pertimbangan Sebelum Menggugurkan Kandungan

Setiap wanita pasti tahu apa yang mungkin bisa terjadi jika menggugurkan bayi. Jelas ini hal yang tidak menyenangkan, entah itu secara fisik maupun psikis. Mereka akan merasakan kesakitan. Dan ini bisa dirasakan hingga berhari-hari. Bahkan, risiko terburuknya adalah kematian yang mungkin disebabkan karena pendarahan parah. Sementara itu, secara psikis, setiap wanita pasti merasa bersalah setelah melakukan aborsi.

Untuk itu, persiapan harus dilakukan secara matang. Tidak hanya persiapan proses menggugurkan janin melainkan juga persiapan lainnya. Agar risiko terjadi hal buruk untuk kesehatan bisa dihindari, obat aborsi yang digunakan harus benar-benar aman. Atau proses pengguguran bisa dilakukan dengan bantuan tenaga medis yang kompeten.

Selain itu, persiapan secara fisik juga sangat amat penting. Risiko buruk bisa dihindari ketika kondisi tubuh wanita hamil benar-benar fit. Olahraga beberapa hari sebelumnya sangat diperlukan.

Dan yang tak kalah penting adalah persiapan secara psikis. Setiap orang yang ingin menggugurkan bayi harus mampu meyakinkan dirinya sendiri. Ini penting agar tidak terjadi penyesalan yang bisa menyebabkan trauma setelah proses menggugurkan kandungan.




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url