Jual Obat Aborsi Penggugur Kandungan di Malang

  • slide
  • slide

Legalisasi aborsi memang masih menjadi hal yang terus diperdebatkan. Muncul pro dan kontra yang jumlahnya sama-sama banyak. Memang lebih banyak yang kontra. Akan tetapi, semakin banyak jumlah yang pro dengan legalisasi aborsi ini. Dan mungkin ini pula yang membuat semakin banyak orang yang berani jual obat aborsi penggugur kandungan di Malang.
Di Indonesia sendiri, aborsi menjadi hal yang dilarang oleh negara. Akan tetapi, praktiknya masih banyak. Lain hal di beberapa negara maju di Eropa. Beberapa sudah melegalkan aborsi. Hal tersebut tidak lain disebabkan semakin banyaknya orang yang pro dengan legalisasi aborsi. Bahkan, ada juga yang beralasan bahwa aborsi menjadi tindakan yang terbaik pada kondisi tertentu. Hal tersebutlah yang dijadikan salah satu alasan aborsi dilegalkan oleh negara.

Negara yang Melegalkan Tindakan Aborsi

Memang jumlah negara yang sudah melegalkan tindakan aborsi tidaklah banyak. Namun, karena sudah adanya negara yang membuat aborsi legal dan itu dilakukan secara terang-terangan, bukan tidak mungkin semakin banyak negara yang bakal melegalkan tindakan seperti ini.

Negara mana saja yang melegalkan tindakan aborsi? Berikut ini informasinya.
1. Irlandia
Di Negara Irlandia, kasus pemerkosaan cukup tinggi. Hal tersebut menjadi masalah tersendiri bagi wanita yang menjadi korban pemerkosaan. Hingga akhirnya ada salah satu solusi yang ditawarkan, yaitu wanita korban pemerkosaan diperbolehkan melakukan aborsi.

2. Rusia
Di Rusia, legalisasi aborsi sudah dilakukan pada tahun 1955. Pada saat itu, Negara Rusia masih bernama Uni Soviet. Memang tidak sulit untuk melegalkan hal ini di negara yang mayoritas penduduknya atheis ini. Karena banyak yang tidak percaya dengan Tuhan, maka tindakan aborsi pun dianggap hal yang lumrah. Karena pada dasarnya mereka yang kontra dengan legalisasi aborsi sering menjadikan dalil agama sebagai alasan utama.

Di Rusia, melakukan aborsi sudah diatur dengan sangat matang. Seperti contoh, aborsi yang boleh dilakukan di bawah pantauan dokter. Obat aborsi penggugur kandungan pun harus sesuai dengan yang sudah disetujui oleh tim medis. Selain itu, tidak semua ibu hamil boleh melakukan aborsi. Hanya ketika kehamilan 12 minggu bayi boleh digugurkan. Jadi, aturan pengguguran di Negara Rusia ini sudah sangat jelas. Semuanya sudah diatur.

3. Finlandia
Finlandia juga termasuk negara yang sudah melegalkan tindakan aborsi. Bahkan, negara bisa menggratiskan biaya untuk tindakan semacam itu. Aneh? Tentu tidak aneh. Itu menjadi bukti bahwa ada concern dari pemerintah. Mereka mengerti betul urgensi dari tindakan tersebut. Artinya, bukan sembarang ibu hamil yang akan diijinkan oleh pemerintah untuk melakukan aborsi.

Maka dari itu, Finlandia menetapkan peraturan yang cukup ketat. Agar bisa melakukan aborsi secara legal di mata hukum Finlandia, maka harus ada persetujuan dari satu dokter. Dan pada kondisi tertentu, biaya aborsi ditanggung oleh negara.

4. Belanda
Belanda juga merupakan negara yang banyak penduduknya tidak percaya dengan Tuhan. Hal ini pula yang mempengaruhi mudahnya meloloskan undang-undang mengenai legalisasi aborsi.

Dan ada yang unik. Untuk perempuan yang usianya di atas 18 tahun, ia tidak perlu minta ijin orang tua untuk melakukan aborsi. Namun, jika usianya di bawah 18 tahun, ijin dari orang tua harus didapatkan.

5. India
India menjadi negara dengan jumlah penduduk yang cukup padat. Tingkat kemiskinannya pun cukup mengkhawatirkan.

Hal tersebut bisa saja menjadi salah satu pertimbangan dilegalkan aborsi. Akan tetapi, tidak ada kaitannya secara langsung.

Wanita di India diperbolehkan melakukan aborsi dalam kondisi tertentu. Kebanyakan itu disebabkan karena hal yang tidak diinginkan, seperti wanita yang diperkosa dan hamil. Ia boleh menggugurkan kandungan.

Indonesia tidak termasuk negara yang melegalkan aborsi. Namun, praktiknya cukup banyak. Tidak sulit juga untuk mendapatkan toko yang jual obat aborsi penggugur kandungan.

Alasan Aborsi Dilegalkan

Lalu, apa yang melatarbelakangi legalisasi aborsi di beberapa negara? Alasannya bermacam-macam.
1. Hak Asasi
Bagi beberapa negara yang melegalkan aborsi, mereka menganggap tindakan apapun yang tidak mengganggu orang lain itu sebuah hak asasi. Dan itu tidak boleh dilanggar. Dengan alasan ini, negara seolah tidak punya kekuatan untuk menghalangi wanita yang ingin menggugurkan kandungan.

2. Kesehatan Mental
Sama seperti yang ada di Indonesia. Kebanyakan kasus pengguguran kandungan dilakukan oleh wanita korban pemerkosaan. Banyak dari mereka mengalami depresi jika harus memiliki anak tanpa ayah. Bahkan, ada yang tidak tahan dengan cemoohan masyarakat dan akhirnya bunuh diri.

Untuk menghindari hal tersebut, beberapa negara akhirnya memperbolehkan aborsi. Jadi, alasan yang digunakan adala alasan kondisi mental.

3. Kondisi Bayi di Dalam Kandungan
Sekarang ini, dokter kandungan sudah bisa mengetahui bagaimana kondisi bayi yang masih ada di dalam kandungan. Dengan alat yang semakin canggih, dokter bisa mengetahui apakah bayi sehat atau tidak.

Jika sudah ada vonis bahwa bayi mengalami masalah, seperti catat fisik, maka negara seperti Belanda memperbolehkan ibu hamil menggugurkan bayinya tersebut.

4. Keselamatan Ibu Hamil
Ada yang juga menggunakan alasan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan ibu hamil. Ada knodisi di mana ibu hamil begitu lemah karena penyakit tertentu. Dan ada negara yang memperbolehkan aborsi jika kehamilan justru membuat sang ibu berisiko meninggal dunia.

Alasan yang cukup masuk akal, bukan? Karena banyaknya negara yang melegalkan aborsi tersebut, maka semakin banyak bermunculan obat penggugur kandungan. Sekarang, bukan hanya pijat atau obat yang berbahaya saja yang bisa digunakan untuk menggugurkan kandungan. Sudah ada obat yang hanya menggugurkan bayi, tanpa mengganggu kesehatan ibu hamil.

Kasus Aborsi di Indonesia

Bagaimana dengan kasus aborsi di Indonesia? Kebanyakan aborsi yang dilakukan oleh wanita hamil di Indonesia disebabkan karena kehamilan di luar nikah. Umumnya adalah para remaja. Mereka berhubungan intim dengan pacar mereka dan akhirnya hamil. Mereka tidak ingin malu karena hamil di luar nikah. Pasalnya, di Indonesia, hamil di luar nikah merupakan aib. Maka dari itu, solusi yang biasanya dilakukan adalah menggugurkan kandungan.

Memang ada alternatif untuk datang ke dokter. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka menggugurkan dengan cara mengkonsumsi obat aborsi penggugur kandungan. Alasannya sederhana. Ini cara yang lazim dilakukan. Selain itu, tidak butuh biaya yang mahal mengingat obat tersebut cukup murah. Dan yang pasti, tidak akan banyak orang yang tahu. Mereka bisa merahasiakan bahwa mereka hamil dan menggugurkan kandungan tersebut.Memang ada risiko buruk yang bisa terjadi. Obat aborsi bisa juga membuat infeksi, pendarahan hebat, dan bahkan kematian. Akan tetapi, kasus semacam itu jarang terdengar. Lebih banyak yang berhasil dan selamat. Hal tersebutlah yang membuat semakin banyak orang yang lebih memilih untuk menghubungi toko yang jual aborsi penggugur kandungan di Malang atau di kota-kota besar lainnya di Indonesia.