Aborsi Spontan yang Banyak Disalahpahami

aborsi spontan

Aborsi spontan merupakan istilah yang tidak banyak orang pahami. Bahkan, ada juga yang memiliki persepsi yang mengenai hal ini. Akibatnya, ada stigma buruk bagi seorang wanita yang mengalami aborsi secara spontan ini.

Hal inilah yang membuat para ahli medis mencoba untuk meluruskan pemahaman ini. Dengan harapan, masyarakat tidak lagi menyematkan stigma negatif bagi siapa yang mengalami pengalaman buruk ini.

Selain itu, penting juga bagi para wanita untuk mengetahui apa itu aborsi spontan. Terutama mereka yang baru menikah atau hamil pertama kali. Jadi, mereka bisa melakukan antisipasi. Atau setidaknya mereka tahu apa yang harus dilakukan jika aborsi secara spontan ini mereka alami.

Yang Dimaksud dengan Aborsi Spontan?

Sangat wajar jika banyak orang memberikan pandangan negatif. Hal ini disebabkan oleh makna dari aborsi itu sendiri. Mungkin Anda juga memiliki pemahaman yang sama.

Aborsi sering dianggap sebagai tindakan menggugurkan kandungan. Jadi, ada proses yang sifatnya sengaja dilakukan. Dengan tujuan, bayi yang ada di dalam kandungan meninggal atau mengalami keguguran.

Sayangnya, istilah ini benar-benar salah. Apalagi jika ada tambahan spontan di belakang kata-kata aborsi. Karena menurut medis, aborsi spontan itu bayi yang mengalami keguguran secara langsung. Tidak ada campur tangan yang dilakukan oleh sang ibu hamil atau orang lain termasuk tenaga medis.

Yang menjadi masalah adalah stigma buruk yang terlanjur dipahami oleh masyarakat. Sehingga seringkali ada wanita yang mengalami aborsi secara spontan dianggap melakukan aborsi atau pengguguran bayi secara sengaja. Jadi, si wanita tersebut seolah mendapatkan dua kesedihan secara bersamaan, yaitu sedih karena kehilangan bayi dan sedih karena dianggap wanita yang membunuh janinnya sendiri.

Setelah Anda memahami apa itu aborsi spontan, semoga saja Anda tidak lagi menganggap ini tindakan negatif. Sama sekali tidak ada campur tangan dari seseorang ketika ada wanita hamil yang mengalami aborsi secara spontan.

Gejala Aborsi Spontan yang Muncul

Bagi Anda yang sedang hamil, Anda perlu berhati-hati. Karena siapa saja bisa mengalami hal buruk ini. Dari sebuah survei, ditemukan fakta bahwa sekitar 30 persen wanita hamil mengalami masalah pada kandungan. Masalah tersebut menyebabkan pendarahan. Dan 50 persen dari wanita tersebut akhirnya mengalami aborsi spontan.

Fakta lain menunjukkan hal yang lebih mengejutkan. Kebanyakan kasus tersebut dialami oleh seorang wanita hamil. Kehamilan yang baru menginjak usia 20 minggu sangat rentan mengalami keguguran atau aborsi secara spontan.

Itulah yang menjadi alasan kuat mengapa seorang wanita hamil muda dilarang melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Apalagi sebelumnya sudah ada pengalaman mengalami keguguran.

Selain melakukan pencegahan, seorang wanita hamil juga harus tahu apa saja gejala-gejala yang muncul jika terjadi keguguran spontan. Berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Pendarahan

Ini gejala paling awal yang bisa dijadikan patokan. Ada pendarahan yang keluar dari vagina. Banyak yang menganggap ini adalah flek. Namun, jika jumlah darah yang keluar cukup banyak, maka ini bisa jadi tanda-tanda aborsi spontan.

Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan selain segera menghubungi tenaga medis. Memang pendarahan tidak selalu menunjukkan bahwa ini tanda keguguran. Namun, ada baiknya jika dilakukan langkah preventif agar kemungkinan buruk tersebut tidak terjadi.

2. Kram di Perut

Kram sering dialami oleh wanita hamil. Hal inilah yang membuat banyak sekali wanita hamil yang sulit untuk membedakan antara kram biasa dengan kram tanda keguguran.

Menurut tenaga medis, kram pada perut itu wajar jika tidak terlalu sering. Namun, jika kram tersebut terjadi, ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada janin. Bisa juga janin mengalami keguguran.

3. Badan Terasa Lemas

Kram yang terus menerus sering menyebabkan tubuh tidak nyaman. Biasanya ini juga dibarengi dengan kehilangan nafsu makan. Badan pun akan terasa lemas.

4. Suhu Badan Tinggi

Jika kram terus menerus dan demam sangat tinggi, sebaiknya segera ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan. Ini pertanda awal gejala aborsi spontan. Jangan sampai muncul tanda lain seperti pendarahan.

5. Nyeri pada Pinggang

Ada masalah pada rahim pasti berpengaruh pada pinggang. Apalagi jika janin meninggal di dalam rahim. Nyeri pada pinggang pasti terasa. Ini seperti ketika bayi ingin lahir. Hanya saja, untuk kasus ini, janin meninggal di dalam rahim terlebih dahulu.

Itulah beberapa gejala aborsi spontan yang harus Anda ketahui. Semoga informasi tersebut memberikan pandangan baru kepada Anda mengalami masalah kehamilan.




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Comment


Name

Email

Url